1.
Peran pemerintah sebagai
motivator, stabilisator, fasilitator serta berikan contoh secara riil!
a.
Peran pemerintah sebagai
motivator
Peran pemerintah sebagai motivator adalah
sebagai pemberi semangat kepada para masyarakatnya, memotivasi masyarakat di
dalam usaha-usaha tertentu dengan melakukan pendekatna yang baik kepada
masyarakat dan investor.
Contoh: di daerah Bandung selatan banyak
terdapat lahan-lahan tidur yang kurang dimanfaatkan dan dibiarkan begitu saja
oleh pemiliknya. Seharusnya pemerintah bisa memback-up pemilik tanah agar tanah
tersebut lebih produktif dan dapat dimanfaatkan dengan mendirikan usaha-usaha
seperti menjadikan lahan tersebut sebagai lahan parkir.
b.
Peran pemerintah sebagai
fasilitator
Peran pemerintah sebagai fasilitator adalah
menciptakan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan untuk
menjembatani berbagai kepentingan masyarakat dalam mengoptimalkan pembangunan
daerah, pemerintah bergerak dibidang pendapingan melalui pelatihan, pendidikan
dan peningkatan keterampilan serta di bidang pendanaan atau permodalan melalui
pemberian bantuan modal kepada masyarakat yang diberdayakan. Dengan peran
sebagai fasilitator diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat dan
pembangunan akan menciptakan kemakmuran dalam masyarakat.
Contoh: pemerintah sebagai penyedia lahan
untuk penyediaan infrastruktur, pemerintah memberikan dana bantuan kepada
masyarakat terutama anak-anak sekolah agar mereka bisa melanjutkan sekolah
sampai selesai seperti halnya dana bidikmisi di perguruan tinggi negeri.
c.
Peran pemerintah sebagai
stabilisator
Peran pemerintah sebagai stabilisator adalah
pemerintah berusaha menjaga agar perekonomian dapat berjalan dengan normal
sehingga permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam perekonomian tidak
merembet atau menyebar ke sektor lain dan menjaga agar perekonomian tetap
kondusif.
Contoh: terkendalinya inflasi, kepastian
hukum yang diatur dalam perundang-undangan dan terjaganya keamanan dengan
adanya peraturan pemerintah tersebut.
2.
Menentukan pendapatan
nasional nominal dalam keseimbangan (equilibrium income)!
Pendapatan nasional nominal (harga berlaku)
adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam suatu tahun dan
dinilai menurut harga yang berlaku pada tahun-tahun tersebut.
a.
Pada perekonomian dua
sektor
1)
Melalui pendekatan
pengeluaran (expenditure approach)
Dengan pendekatan pengeluaran, pendapatan
nasional keseimbangan (Ye) tercapai pada saat => Y = C + T
Keterangan :
Y = pendapatan
C = konsumsi
T = investasi
2)
Pendekatan injeksi dan
kebocoran (injection-leakagec)
Dengan pendekatan injeksi dan kebocoran,
keseimbangan tercapai pada saat jumlah tabungan sama dengan jumlah investasi
atau dapat dituliskan => I = S
Investasi akan memperbesar kapasitas
perekonomian dengan menimbulkan efek pada bertambahnya jumlah barang dan jasa
yang dihasilkan. Sebaliknya apabila masyarakat menabung atua memegang uangnya
maka ini akan berdampak sebaliknya yaitu mengurangi akumulasi modal dalam
perekonomian. Kedua pendekatan ini akan menghasilkan nilai pendapatan nasional
keseimbangan yang sama.
b.
Pada perekonomian tiga
sektor
1)
Pendekatan pengeluaran
Pendapatan nasional keseimbangan (Y) dihitung
dengan cara menjumlahkan pengeluaran seluruh pelaku ekonomi, yaitu pengeluaran
konsumen (konsumsi), pengeluaran produsen (investasi) dan pengeluaran
pemerintah. Secara sistematis pendekatan pengeluaran dapat ditulis => NI = C
+ I + G + (X – M)
Keterangan :
C = consumption (konsumsi rumah tangga)
I = invesment (investasi)
G = goverment expenditure (pengeluaran pemerintah)
X = ekspor
M = impor
2)
Pendekatan pendapatan
Dihitung dengan cara menjumlahkan semua
pendapatan dari masing-masing faktor produksi pada periode tertentu. Secara
matematis dapat ditulis => NI = w + i + r + π
Keterangan:
W = wage (upah)
I = interest (bunga)
R = rent (sewa)
Π = profit (laba)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar